Tugas Press Release Management Crisis
Sanksi SMA "Maju
Mundur Sukses" Sebagai Bentuk Kepedulian Sekolah
SMA "Maju
Mundur Sukses" meminta maaf kepada siswa atas kejadian kekerasan fisik
yang dilakukan oleh seorang guru Sejarah. Pihak sekolah telah menyelidiki kasus
tersebut dan telah memberikan sanksi berupa pemutusan hubungan kerja dengan
guru bersangkutan. Oleh karena itu, kami memohon maaf kepada pihak-pihak yang
dirugikan akibat dari kejadian ini.
Narahubung:
William
081298293904
bagaimana kondisi korban saat ini? apa ada penanggungan jawab dari sekolah
BalasHapusSelamat pagi, Aloysius Setiawan.
HapusKondisi korban saat ini sudah membaik. Kami akan terus memantau perkembangan korban sampai selesai. Terima kasih.
Bagaimana untuk Anda memastikan sumber daya yang direkrut itu sesuai dengan standart perguruan tinggi
BalasHapusSelamat pagi, Devin 997.
HapusTentunya kami memiliki kriteria tersendiri dalam hal perekrutan tenaga pendidik, dengan merujuk pada standart yang sudah disepakati bersama juga. Terima kasih.
alah udah kejadian baru ada sanksi, emang proses perekrutan guru ga ada tes mental apa, guru emosian direkrut. sekolah ga becussss
BalasHapusSelamat pagi, Yosep Kurniawan.
HapusKami akan terus melakukan evaluasi agar semakin baik lagi kedepannya. Terima kasih.
sedah melakukan kekerasan fisik, namun sekolah hanya melakukan evaluasi ??? apa tunggu ada yang meninggal dulu ?
BalasHapusSelamat pagi, Athalia Anindya.
HapusKami menanggapi kasus tersebut dengan serius. Oleh karena itu, kami telah mengambil tindakan tegas dengan pemutusan hubungan kerja. Terima kasih
apakah sekolah tidak melakukan seleksi kualifikasi terlebih dahulu terhadap guru tersebut ?
BalasHapusSelamat pagi, Deandy NS.
HapusKami telah melakukan proses seleksi kualifikasi sesuai standar yang telah ada. Tentunya kami akan terus mengevaluasi agar kejadian serupa tidak terulang kembali. Terima kasih.
bagaimana anda bisa meloloskan seorang sdm apalagi tenaga pendidik tetapi beretika seperti itu? manajemen yg bobrok!
BalasHapusSelamat pagi, Rachael Angelin.
HapusKami telah melakukan proses seleksi kualifikasi sesuai standar yang telah ada. Tentunya kami akan terus mengevaluasi agar kejadian serupa tidak terulang kembali. Terima kasih.
Bagaimana jika kejadian tersebut terjadi lagi di sekolah ? Tindakan apa yg akan anda lakukan ?
BalasHapusSelamat pagi, Sri Gilberty Yeyend.
HapusKami terus melakukan proses seleksi kualifikasi sesuai standar yang telah ada, serta mengevaluasi agar kejadian serupa tidak terulang kembali. Terima kasih.
gak becus, masa guru kaya gini dimasukin jadi pengajar
BalasHapusSelamat pagi, Arnold Soedjadi.
HapusKami akan terus mengevaluasi agar kejadian serupa tidak terulang kembali. Terima kasih.
untuk kedepannya tolong sleksi tenaga kerja yang berkualitas supaya hal seperti ini tidak terjadi lagi.
BalasHapusSelamat pagi, Firda Farera.
HapusTerima kasih atas masukannya. Tentunya kami akan mencegah kejadian serupa terulang kembali.
Gaada kualifikasi khusus kah? tiap hari gaada evaluasi guru? masa kejadian kayak gini harus publik duluan yang tau
BalasHapusSelamat pagi, Claradila.
HapusTentunya kami telah melakukan tindakan langsung setelah kejadian tersebut terjadi, yaitu pemutusan hubungan kerja dengan guru terkait. Terima kasih.
wahh sekolah penuh dengan kekerasan, bagaimana anak mau ber-prestasi
BalasHapustolong concern yang lebih untuk memilih tim pengajar kedepannya. dan tentunya tindak lanjut dalam menanggapi kasus tersebut agar dapat terselesaikan dan tidak menjadi ketakutan bagi siswa atau keluarga siswa yang lain.
BalasHapus