Kritik terhadap Kampus Membawanya ke Leicester




Bagi mereka yang belum mengenalnya, cowok kelahiran 9 Oktober 1990 ini terkesan cuek, namun berada dekat pemilik nama lengkap Stevanus Alvin (28 tahun), waktu dua jam terasa sangat singkat. Apalagi kalau bicara tentang jurnalistik, dunia yang menjadi profesinya, maka dia akan mengajak kita menyelusuri seluk beluk dunia jurnalistik, tanpa ada kesan menyombongkan diri.
  
Selepas lulus kuliah, alumni Universitas Multimedia Nusantara yang memfokuskan dirinya dalam bidang Media Online ini pernah bekerja di tiga media raksasa yang ada di Indonesia, yaitu Kompas, Detik, juga Liputan6. Baginya, setiap media memiliki pakemnya masing-masing, seperti Kompas yang lebih ke arah angle pemilihan berita, Detik yang lebih ke arah seberapa cepat bisa menulis berita, serta Liputan6 yang lebih menekankan kepada penulisan yang lebih panjang.

Ketika ditanyakan pandangannya terhadap efektivitas ketiga media tersebut, Stevanus mengaku bahwa hal tersebut cukup dilematis, "soal efektivitas, memang dilematis, sebab tujuan media online memang untuk discovery pembaca", ujarnya. Namun, kesukaannya terhadap media Liputan6 tidak dapat dipungkiri lagi, terlihat dari guratan matanya yang membara ketika berbagi pengalamannya ketika bekerja disana.

"Gapapa terlambat dalam upload berita, yang penting beritanya yang masuk ke pencarian google/ line today, dan sebagainya", sambung Stevanus. Pria yang baru menyelesaikan pendidikan S2 Jurnalistik di University of Leicester di Inggris ini menjelaskan bahwa Liputan6 menggaet teknisi IT asing untuk menggunakan keyword-keyword search engine (teknik SEO) dalam beritanya.

Pria yang menyukai olahraga tersebut mengaku bahwa olahraga adalah salah satu alasannya untuk terjun ke dunia jurnalistik, "terjun ke dunia jurnalistik karena suka olahraga, mau liputan ke luar negeri sambil jalan-jalan gratis".

Komentar